Kukira...
tak ada yang salah dengan syair
Kendatipun Nabi bukanlah seorang penyair.
Tetapi aku lahir...
dengan kemampuan mencicip frasa
meracik rasa
dan menyulapnya jadi kudapan lezat
yang hanya dinikmati segelintir saja.
Puisi adalah pelarian terbaikku
karena dengannya aku bisa melukismu
lewat syair yang mungkin tak bisa kau mengerti, sayang.
Tapi ketika kau baca,
semoga jantungnya berdetak seirama
dengan denyut kehidupan yang kutiupkan
dalam tiap kiasan
Karena bagiku...
Puisi adalah dirimu
yang tengah kusamarkan.
Jangan salahkan puisiku
Salahkan saja aku,
yang kalah ditindas rindu (n)
-0208
Tidak ada komentar:
Posting Komentar