Meremas kepala
Menjambak rambut
Meringkuk ciut
Menangis lirih
Berteriak getir
Di telan gelap
Tiada esok
Persaan mati
Hati kosong
Kita asing
Selamat datang di dunia saya. Yang penuh keabsurdan, kegalauan, dan tak lupa hal-hal yang menyenangkan! Saya suka matcha, cokelat, dan puisi.
Selasa, 22 Januari 2019
Serius, Aku Benci!
Aku tak layak kau jadikan rumah
Karena terlalu banyak yang harus kau perbaiki
Aku tak layak kau jadikan sandaran
Hatiku terlalu rumit untuk kau pahami
Aku tak layak kau jadikan pendamping
Karena kesabaranmu mungkin tak cukup menghadapi aku
Aku cukup tahu diri perihal siapa aku
Kau tak layak dapati aku, kau bisa dapatkan yang lebih
Keegoisanku terlalu besar untuk kau hadapi
Ketakutanku terlalu besar untuk kau taklukan
Mencintaiku, kau akan terluka
Karena terlalu banyak yang harus kau perbaiki
Aku tak layak kau jadikan sandaran
Hatiku terlalu rumit untuk kau pahami
Aku tak layak kau jadikan pendamping
Karena kesabaranmu mungkin tak cukup menghadapi aku
Aku cukup tahu diri perihal siapa aku
Kau tak layak dapati aku, kau bisa dapatkan yang lebih
Keegoisanku terlalu besar untuk kau hadapi
Ketakutanku terlalu besar untuk kau taklukan
Mencintaiku, kau akan terluka
Jangan Ada Malam Ini
Simple saja.
Dia punya banyak prioritas. Bukan hanya kamu. Jadi, jangan merasa diri paling dipentingkan.
Dan dia punya hak penuh, atas siapa yang akan lebih dulu ia perhatikan.
Dia punya banyak prioritas. Bukan hanya kamu. Jadi, jangan merasa diri paling dipentingkan.
Dan dia punya hak penuh, atas siapa yang akan lebih dulu ia perhatikan.
Aku Benci Aku!!!
Ini adalah malam kesekian,
dimana aku harus bertarung dengan diriku sendiri.
Meneteskan air mata untuk kesekian kali
Tanpa ada yang mengerti apa lagi memahami.
Aku mencoba memahami diriku lebih lebih dan lebih dalam lagi
Tapi yang aku temui hanya kebimbangan dan kebingungan
Paling dalam ada yang namanya ketakutan
Dan paling dalam lagi.... tidak ada apapun.
Malam ini adalah malam yang paling kubenci
Malam paling mendung
Malam paling dingin
Malam paling sendu
Dan malam paling getir
Malam di mana aku menemukanmu sebagai orang asing
Setelah pertempuran panjang melawan ketakutanku sendiri
Setelah merintih kesakitan memegang dada yang terdapat ulu hati
Setelah berjuang melawan sesak yang tak terkira
Sialnya, setelah aku sadar, aku merasa kau yang asing
Aku tidak tahu hasil pertempuran itu siapa yang menang
Aku kah?
Atau ketakutanku kah?
Aku tidak pernah menemukan jawabannya
Inilah sebab, aku membenci diriku
Aku terlalu sukar untuk dipahami
Bahkan oleh diriku sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)