Minggu, 06 Oktober 2019

Riwayat 5 : Mempuisikan Rasa

Kamis, 17 Januari 2018
Puisi pertama pada 2018
---------------------------------------------------------------------------

Bagai benang yang kusut nan rumit
Hati dan pikiranku takkan pernah terurai
Karena jika ia melurus
Muaranya adalah kamu 

Duhai yang senantiasa tersenyum 
Ada setitik bintang di matamu 
Yang begitu terang menyilaukan
Ah, ternyata itu jelmaan dari cita-cita dan harapan

Duhai yang kuat dan tegar
Punggung ringkihmu, masih sanggupkah? 
Semoga masih. Semoga masih
Semoga tabah. Semoga sabar

Maaf, hanya dapat memelukmu dalam doa
Menceritakanmu pada sepertiga malamku
Mendukungmu lewat tetes air mata
Merindukanmu dalam sunyi hati 

Jika kau temukan kupergi
Bukan berarti aku hilang
Aku hanya mempersiapkan diri
Untuk menjadi tempatmu bersandar

Jika kau temukanku menjauh
Bukan berarti rasaku telah lenyap
Aku hanya sedang memantaskan diri
Sebelum menjadi pengiring bagimu 

Masa depan hanya sebuah teka-teki
Yang bisa kita pecahkan bersama
Sejatinya kita bisa bertemu pada satu titik
Yang hanya tertuju pada-Nya

Aku harus menjadi yang kuat, agar pantas kau sandar
Aku harus menjadi bahagia, agar bisa menghapus kesedihanmu
Aku harus menjadi tenang, agar bisa menyejukkanmu 
Aku harus menjadi tangguh, agar bisa menguatkanmu

Maaf, untuk saat ini aku hanya bisa diam
Percayalah, dalam doaku namamu menggema
Jika ada satu permintaanku kepada-Nya
Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya

Maaf, jika aku tak bisa banyak membantu
Aku juga tak banyak terlibat dalam segala kesusahanmu
Aku tidak bisa berbuat apa-apa
Aku hanya merasa sakit saat kau sakit 

Tapi percayalah, jika waktu sudah tiba
Dan kita bersama dalam ridha-Nya
Aku akan selalu mengiringimu kemanapun kau pergi
Aku akan menggenggam tangamu dalam berbagai keadaan

Sekarang, aku hanya bisa berdoa
Semoga rasaku bukan sebuah nafsu belaka
Semoga aku selalu berdiri di tempat yang sama
Pada doa yang tertuju untuk insan yang sama

Semoga hatiku tak dikuasai kelabilan
Hingga ia bisa menyayangimu tulus dalam doa
Bisa melabuhkan rasa ikhlas semata karena-Nya
Mari, kita sama-sama memperbaiki diri 

-Itsfiyawn 22:44 WIB










Tidak ada komentar:

Posting Komentar