Minggu, 30 September 2018

Arti Sebuah Kabar

Malam pun akan menjadi saksi bisu, tentang seorang perempuan yang mengkhawatirkan kekasihnya.
Jangankan untuk terlelap, sekadar memejamkan mata saja sudah tak keruan rasanya. 

Pikirannya mengandai-andaikan tragedi pahit. 'Bagaimana jika terjadi kecelakaan?' 'Bagaimana jika ada sesuatu yang buruk menimpa dirinya?' 'Bagaimana jika ia bukan kembali ke rumah tetapi justru ke rumah sakit?' dan pelbagai macam prasangka buruk menghujam hatinya hingga ia merasa amat takut kehilangan. 

Dia sudah mencoba menghubungi keluarga kekasihnya, tidak mendapat respon. Hingga seseorang teman berkata bahwa semua akan baik-baik saja. 

Sudah cukupkah itu menenangkan si perempuan? 
Ah, tidak!
Malah, perempuan itu tersadar tentang hakikatnya sebagai wanita.
Inikah hati yang akan dimiliki setiap perempuan ketika ada yang ia cintai sepenuh hati? 
Rasa khawatirnya melebihi kekhawatiran dia terhadap dirinya sendiri.
Rasa cintanya akan lebih luas ketimbang amarahnya.
Ketulusannya bisa dirasa walau hanya dari tatapan mata.
Inikah yang dirasakan setiap istri dikala suaminya tak ada kabar walau ia tahu suaminya di kantor?
Inikah yang dirasakan setiap ibu ketika anaknya pulang malam walau pasti karena tugas kuliah? 
Inikah gambaran menjadi seorang perempuan yang tumbuh dewasa?


Ah, jadi begini rasanya khawatir...
Perempuan itu semakin sadar, tentang arti sebuah kabar...
Padahal dahulu, ia remeh akan hal itu. 

Tak berapa lama perempuan itu menunggu kabar dari kekasihnya(walaupun rasanya amat lama), sebuah pesan masuk menyatakan kekasihnya pulang dengan selamat dan sekarang tengah terlelap. 

Ah, alangkah bahagianya ia...
Alangkah lega hatinya mendapati orang yang ia cinta baik-baik saja. 

Kali ini, sudahkah cukup menenangkan?
Tentu saja!
Apa yang lebih menenangkan ketimbang mengetahui orang yang kita sayang baik-baik saja?

Apakah perempuan itu sudah bisa terlelap?
Bodoh! Tetntu saja belum! 
Masa iya dengan tenangnya ia tidur.
Dia masih menekuri pikirannya yang bercabang banyak bagaikan benang kusut.
Mau sampai kapan? 
Sampai ia lelah...
Dan akhirnya terlelap dama belaian air matanya sendiri...

Mimpinya mengabarkan...
Bahwa besok mungkin akan datang sebuah kabar...
Atau harus ia datangi kabar tersebut
Agar resah di hatinya bisa bubar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar